Dari Yasinan Menuju Perubahan, Lapas Wahai Perkuat Pembinaan Spiritual Warga Binaan
Wahai, indonesiatimur.co — Menyambung gelora peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia menuju penyambutan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Wahai terus menggelorakan semangat perubahan positif bagi Warga Binaan. Salah satunya diwujudkan melalui kegiatan Yasinan bersama di Musholah Lapas, Kamis (20/08/2026) malam.
Kegiatan rutin keagamaan ini menjadi jembatan spiritual yang menghubungkan makna kemerdekaan—sebagai momentum kebebasan dari masa lalu yang kelam—dengan teladan Rasulullah SAW pada peringatan Maulid mendatang untuk hijrah menjadi pribadi yang lebih baik. Yasinan ini sekaligus menjadi bagian integral dari pembinaan kepribadian dan kerohanian guna menenangkan hati serta memperkuat tekad Warga Binaan untuk berbenah.
Dengan penuh kekhusyukan, para Warga Binaan mengikuti pembacaan Surah Yasin dan doa bersama dalam suasana yang tenang dan penuh kebersamaan. Pembinaan ini menegaskan bahwa masa pidana di dalam Lapas adalah ruang refleksi untuk menyiapkan diri kembali ke tengah masyarakat dengan semangat baru.
Ketua Majelis Taklim sekaligus Kepala SubSeksi Pembinaan, La Joi, menyampaikan bahwa Yasinan diharapkan dapat menjadi sarana untuk memperkuat keimanan sekaligus membangun kesadaran Warga Binaan agar terus memperbaiki diri.
“Yasinan bukan hanya kegiatan membaca Surah Yasin bersama, tetapi juga menjadi kesempatan bagi kita untuk mengingat kembali kesalahan, memohon ampun kepada Allah, dan memperkuat niat untuk berubah menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga apa yang kita lakukan bersama ini dapat menjadi bekal bagi Warga Binaan dalam menjalani kehidupan ke depan,” ujar Joi.
Kepala Lapas Wahai, Tersih Victor Noya, turut menyampaikan bahwa kegiatan keagamaan seperti Yasinan memiliki peran penting dalam membentuk karakter dan mental positif Warga Binaan.
“Melalui kegiatan keagamaan, kami ingin memberikan ruang bagi Warga Binaan untuk melakukan refleksi, memperkuat keimanan, dan membangun tekad untuk terus berbenah. Kemerdekaan juga dapat dimaknai sebagai kesempatan untuk memperbaiki diri dan mempersiapkan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.
Salah seorang Warga Binaan berinisial ‘JL’ mengungkapkan bahwa kegiatan Yasinan memberikan ketenangan sekaligus menjadi motivasi untuk terus memperbaiki diri selama menjalani pembinaan.
“Yasinan membuat kami lebih tenang dan mengingatkan untuk selalu memperbaiki diri. Kami berharap setelah selesai menjalani pembinaan nanti, kami bisa kembali ke keluarga dan masyarakat sebagai pribadi yang lebih baik,” ungkapnya.
Melalui perpaduan nilai-nilai kemerdekaan dan keteladanan Maulid Nabi, Lapas Wahai berkomitmen menghadirkan pembinaan yang mendorong perubahan sikap, peningkatan keimanan, serta pembentukan karakter. Dari Kemerdekaan menuju Maulid, semangat untuk merdeka dari kesalahan masa lalu terus digelorakan demi menatap masa depan dengan harapan baru. (it-06)


